Waspadai Penyebab Mengapa Bayi Tidak Menangis Saat Lahir

By | 13 Juni 2018

Tangisan bayi yaitu hal yang paling dinanti-nantikan ketika sistem persalinan. Ya, biasanya bayi juga akan menangis selekasnya sesudah dilahirkan yang mengisyaratkan kalau si kecil sudah lahir dengan selamat. Dalam dunia medis, ini jadi tandanya kalau organ paru-paru bayi berperan dengan baik. Namun, ada beberapa bayi yang malah tidak menangis atau terlambat menangis waktu dilahirkan hingga memerlukan perlakuan medis selanjutnya. Lalu, apa sajakah penyebabnya bayi tidak menangis waktu lahir? Simak penjelasan komplitnya di bawah ini.

Mengapa bayi mesti menangis waktu dilahirkan?

Bayi normal biasanya juga akan menangis dalam 30 detik sampai 1 menit pertama kelahirannya. Demikian bayi lahir, ia juga akan selekasnya menyesuaikan dengan dunia luar serta hirup udara pertama kalinya. Nah, sistem berikut yang menyebabkan tanggapan bayi dengan keluarkan nada tangisan.

Saat didalam rahim, bayi memperoleh oksigen lewat plasenta. Ini karna paru-paru serta organ yang lain masih tetap alami perubahan sampai step prima sampai bayi lahir. Diluar itu, paru-paru bayi diisi cairan amnion (cairan ketuban) yang membuat perlindungan bayi sepanjang di kandungan.

Mendekati kelahiran, cairan ketuban juga akan pasti juga akan berkurang serta jadi kering dengan perlahan-lahan. Ini berarti, cairan ketuban dalam paru-paru bayi automatis turut menyusut jadi bentuk persiapan untuk bayi untuk bernapas dengan udara luar.

Kadang-kadang, cairan ketuban kadang-kadang masih tetap tersisa di paru-paru bayi waktu lahir hingga berisiko menyumbat system pernafasannya. Nah, di sinilah letak peranan bayi menangis waktu lahir. Tangisan bayi dapat menolong bersihkan lendir yang tersisa di paru-paru untuk mempermudah jalannya oksigen.

Beragam penyebabnya bayi tidak menangis waktu lahir yang perlu diwaspadai

1. Asfiksia

Penyebabnya bayi tidak menangis waktu lahir yang paling umum yaitu karna terdapat sumbatan pada saluran napas bayi. Sumbatan itu dapat berbentuk lendir, cairan ketuban, darah, tinja bayi, ataupun lidah yang terdorong ke belakang tenggorokan. Berikut yang mengakibatkan bayi jadi susah bernapas hingga tidak dapat memberi tanggapan dengan menangis.

Dalam dunia medis, keadaan ini dimaksud dengan asfiksia, yakni waktu bayi kekurangan oksigen sepanjang persalinan. Menurut Dr. Yvonne Bohn, seseorang dokter kandungan di Providence Saint John’s Health

Asfiksia pada bayi perlu dikerjakan sesegera mungkin saja. Sebab apabila oksigen tidak menjangkau otak bayi, maka hal semacam ini juga akan tingkatkan resiko kecacatan, seperti lumpuh otak (cerebral palsy), autisme, ADHD, kejang, sampai kematian.

Langkah yang umum dikerjakan oleh tim medis yaitu dengan bersihkan semua badan bayi, dari mulai muka, kepala, serta bagian badan yang lain. Diluar itu, tim medis menepuk-nepuk atau menggosok-gosok perut, punggung, serta dada bayi, atau menghimpit telapak kaki bayi untuk merangsang pernafasan bayi.

Apabila bayi tetaplah tidak menangis, dokter juga akan menghisap cairan dari mulut serta hidung bayi memakai pipa isap kecil untuk bersihkan sumbatan serta meyakinkan ke-2 lubang hidungnya terbuka dengan penuh.

2. Lahir prematur

Bayi lahir prematur jadi salah satu penyebabnya bayi tidak menangis waktu lahir. Pasalnya, organ paru-paru pada bayi prematur belum juga berkembang dengan prima seperti bayi yang lahir cukup bln..

Hal semacam ini karena sebab surfaktan (zat pelindung paru-paru) tidak berkembang dengan prima. Mengakibatkan, bayi prematur cencerung alami masalah pernafasan waktu lahir.

3. Air ketuban hijau

Wajarnya, air ketuban berwarna bening. Janin dalam kandungan kadang-kadang meminum air ketuban tanpa ada diakui. Hal semacam ini sesungguhnya tidak beresiko bila air ketuban itu dalam keadaan normal.

Beda perihal apabila air ketuban alami perubahan warna jadi hijau. Air ketuban dapat beralih warna jadi hijau karna ada kombinasi beberapa zat beda di dalamnya, satu diantaranya bercampur dengan mekonium atau feses pertama bayi didalam kandungan.

Usus bayi dalam kandungan dapat dengan refleks melepas mekonium kedalam cairan ketuban. Apabila air ketuban hijau itu diminum oleh bayi, maka ini juga akan menginfeksi paru-paru bayi serta menyebabkan peradangan. Mengakibatkan, bayi alami kesusahan bernapas serta lalu susah menangis menangis waktu lahir.

4. Ibu alami diabetes

Ditulis dari Livestrong, ibu yang alami diabetes juga akan melahirkan bayi dengan keadaan hipoglikemia atau gula darah rendah. Salah satu tandanya yaitu pernafasan tidak teratur. Ini berarti, bayi yang baru lahir tidak akan lancar waktu bernapas hingga susah tunjukkan tanggapan menangis waktu dilahirkan.

Menurut Elizabeth Davis, seseorang bidan sekaligus penulis Heart and Hands, wanita pengidap diabetes juga akan melahirkan bayi memiliki ukuran besar karna dampak kandungan gula darah dari badan ibu.

Kandungan gula darah yang tinggi pada ibu dengan diabetes juga akan buat bayi menghasilkan insulin lebih banyak serta menumpuk lemak pada badan. Perihal ini pula yang buat bayi relatif alami kesusahan bernapas serta selanjutnya jadi penyebabnya bayi tidak menangis atau terlambat menangis waktu lahir.